Wajah Mengalami Breakout? Padahal Tidak Pakai Makeup

Tentunya kita sudah sebulan lebih di rubah akibat adanya pandemi Covid-19 ini, tapi wajah malah mengalami breakout padahal wajah tak terkena debu dan juga bebas dari makeup. Apa penyebabnya ? Sudah dirumah aja, tapi kok bisa wajah mengalami breakout nah dalam artikel ini kita akan bahas itu semua. Work from home atau yang kita kenal dengan nama WFH, tentunya dimanfaatkan untuk mengistirahatkan kulit wajah dari penggunaan make up sehari hari dan juga dari paparan debu dan polusi. Namun nyatanya breakout tetap terjadi, pastinya hal ini membuat beberapa orang merasa bingung dan bertanya apa penyebab dari wajah breakout ini meski sudah jarang keluar rumah.

Wajah Mengalami Breakout? Padahal Tidak Pakai Makeup

Sederhananya breakout sendiri adalah sebuah kondisi dimana membuat kulit berjerawat dalam jumlah yang cukup banyak, dan berukuran besar serta juga meradang dan juga biasanya bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Kata dr Devia Irine Putri yang merupakan salah satu diameter dari KlikDokter. Breakout sendiri sering terjadi jika kita sering atau sedang mencoba produk kulit wajah baru, yang biasanya hal tersebut akan menandakan ketidak cocokan kulit wajah. Apa Penyebab kulit Breakout Saat Karantina di Rumah?

Faktor Hormonal

Menurut dr. Devia, stres yang dikarenakan pekerjaan yang bertumpuk, stress karena angka penularan virus corona di Indonesia yang kian hari semakin meningkat, seringnya begadang arau sering adanya konflik yang terjadi dengan pasangan bisa juga menyebabkan hormon dalam tubuh berfluktuasi. Itulah juga beberapa hal yang berkontribusi dalam kemunculan breakout di wajah yang membuat kulit jadi berjerawat. Ketika hormon stress atau juga kortisol nai, ini juga nantinya akan menyebabkan dan juga akan ikut merangsang kelenjar minyak di wajah secara berlebihan. Minyak ini nantinya juga bisa menimbulkan jerawat dan wajah akang mengalami breakout. Kondisi ini juga nantinya akan semakin diperparah bila nantinya tipe kulit anda sendiri adalah tipe yang berminyak. Untuk itu, menjaga kebersihan wajah adalah suatu hal yang penting yang bisa di lakukan selama di rumah aja.

Mengonsumsi Makanan Tinggi Gula dan Kalori

Dengan kondisi sebagian orang yang berada di rumah aja, banyak orang yang juga jadi lebih sering untuk dapat ngemil karena bosan. Mulai dari cemilan seperti keripik kentang, coklat, permen dan juga beberapa aneka kue lainnya. Seiring dengan mengkonsumsi makan yang manis, tinggi kalori dan juga berminyak bisa menjadi salah satu hal yang akan meningkatkan insulin di dalam tubuh dan produksi minyak di wajah pun akan meningkat. Minyak tersebut lah yang nantinya akan menyumbat pori-pori wajah dan akan menimbulkan jerawat.

Kurang Asupan Vitamin D

Salah satu dari rahasia kulit yang sehat adalah juga terpenuhinya asupan dari vitamin D. Jika umumnya wajah breakout meski tidak sering terkena makeup, kekurangan vitamin D tentunya bisa menjadi penyebab utamanya. Selain lewat paparan dari sinar matahari, Vitamin D yang juga bisa didapatkan dari beberapa makanan seperti jala ikan salmon, sarden, minyak ikan kod, tuna kalengan, jamur dan juga kung telur dan juga beberapa makan lainnya yang juga dapat menghasilkan vitamin D seperti halnya serela, susu kedelai, oatmeal dan juga lainnya.

Sering Menyentuh Wajah

Coba cek juga apakah anda termasuk orang yang sering menyentuh kulit wajah, Jika iya tentunya hal tersebut juga menjadi salah satu yang bisa menyebabkan wajah anda mengalami breakout. Apalagi jika Anda juga jarang cuci tangan dan juga sering memegang benda-benda yang umumnya kotor.

Hal tersebut tentunya juga bisa membuat kotoran dan juga membuat bakteri akan berpindah ke kulit wajah dan tentunya hal tersebut yang nantinya akan menyumbat pori-pori, lalu memunculkan jerawat, terutama jika tipe kulit Anda juga merupakan tipe berminyak.

Jarang Pakai Rias Wajah Juga Bisa Memicu Breakout?

Banyak orang yang mengira bahwa dengan seringnya mereka menggunakan riasan wajah selama WFH, maka masalah kulit akan sirna. Namun terkadang faktanya adalah demikian. Jerawat masih saja tetap muncul bahkan wajah mengalami breakout.
Dilansir jug dari Elle, yang merupakan ahli perawatan kulit Dr. Michele Squire, PhD, BSc (Hons), RN, yang berasal dari Australia yang dimana mereka mengatakan, stop atau jarang pakai sebuah riasan atau make up bukan masalah utama yang digunakan sebagai kemunculan breakout.

Ada sejumlah masalah yang juga lebih mungkin terjadi dan hal tersebut yang bisa menyebabkan wajah breakout, seperti halnya stress atau sulit yang mempertahan rutinitas atau perawatan kulit dengan skincare seperti biasa di rumah selama masa-masa yang penuh dengan tekanan

Eksperimen yang dengan menggunakan produk skincare baru dan juga dengan menambah rutinitas seperti perawatan kulit juga bisa menjadi salah satu dari biang kerok. Atau bisa juga semua hal-hal tersebut mengenai breakout. Perubahan sebuah ritual perawatan kulit juga tentunya mesti diperhatikan bila Anda tentunya sering mengalami breakout. Karena, ada sebuah kecenderungan bahwa ketika seseorang mereka tidak merias wajah, Misalnya adalah tidak membersihkan wajah sebelum tidur dengan benar.

Padahal ternyata menjaga wajah agar tetap bersih juga tetap penting dilakukan meski anda libur menggunakan makeup sekalipun. Debu dan juga kotoran yang lainnya tetap bisa menempel di wajah anda meskipun anda beraktivitas di rumah sepanjang waktu, sehingga membersihkan wajah secara rutin sendiri dapat membantu menyeimbangkan kadar minyak di kulit.

Menghentikan sebuah penggunaan makeup seharusnya juga memberi waktu kulit untuk dapat ’bernapas’ karena sebelumnya kulit sendiri sering memakai banyak produk kosmetik. Jika seseorang sudah tidak menggunakan makeup tapi jika breakout mungkin juga tentunya dimana seseorang tidak menggunakan make up tapi jadi breakout, mungkin yang menjadi pengaruhnya adalah mencoba beberapa skincare baru atau juga pengaruh dari hormon. Jika umumnya setelah menggunakan makeup dan selalu dibersihkan dengan baik dengan menggunakan double cleansing, maka biasanya brekot akan jarang terjadi. Tapi jika kurang bersih tentunya hal tersebut akan menjadi salah satu pemicu dari breakout.

Cara Mengatasi Breakout di Wajah

Jika anda memang sekarang ini sedang mengalami sebuah kondisi kulit breakout yang diakibatkan oleh produk skincare baru, coba untuk hentikan dulu penggunaan skincare tersebut. Cari produk lainnya yang juga lebih cocok untuk jenis dan juga kondisi kulit anda.

Selain itu, anda juga bisa menghindari penggunaan produk perawatan kulit secara berlebihan. Gunakan produk dengan kandungan bahan yang lembut dan alami untuk kulit dan juga menenangkan kulit atau soothing, misalnya saja anda bisa menggunakan produk dengan kandungan aloe vera di dalamnya. Anda juga tentunya bisa menambah krim yang tentunya akan membantu untuk mengurangi peradangan pada jerawatan anda, seperti halnya yang menggunakan kandungan retinoic acid.

Tetap jaga kebersihan diri, dan juga atur pola makan yang sehat, serta olahraga, dan minum air putih yang cukup. Jangan lupa juga untuk anda menjaga kebersihan kamar, mulai dari peralatan anda tidur seperti seprai, bantal, guling hingga juga perabotan lainnya, semoga dengan adanya artikel ini tentunya dapat membantu anda menghadapi kulit breakout.


Bahan Skincare untuk Kesehatan Skin Barrier

Memiliki sebuah lapisan kulit yang sangat super kering juga membuat kulit rentan terkena iritasi dapat juga mengganggu lapisan pelindung kulit alami yang sudah ada. Dalam dunia kecantikan sendiri, lapisan pelindung kulit sering disebut dengan skin barrier. Ketika nantinya lapisan pelindung kulit alami tersebut terganggu, maka ia tidak dapat melakukan kembali dua fungsi utamanya yaitu membuat kulit terasa lebih lembab dan juga berguna untuk melindungi kulit dari lingkungan alergi,iritasi, mikroba, dan juga masih banyak lagi. Skin Barrier sendiri memiliki peran yang sangat penting untuk kulit, oleh karena itu Skin Barrier memang seharusnya kita jaga. Jadi, jelas bahwa lapisan untuk pelindung kulit sendiri sangat bermanfaat dan juga harus tetap terjaga kestabilannya demi terciptanya kondisi kulit agar senantiasa sehat.

Bahan Skincare untuk Kesehatan Skin Barrier

Dalam artikel kali ini, akan dibahas bahan -bahan skincare yang dapat di pakai untuk membantu memperbaiki dan juga menjaga lapisan pelindung kulit sendiri baik secara internal maupun melindungi kulit secara eksternal yang dirangkum dari berbagai sumber.

Pentingnya Lapisan pada Pelindung Kulit yang Kuat

Lapisan pelindung kulit yang terlalu kuat berpori disebut sebagai salah satu penghalang kulit yang bocor, menurut Dr. Mamina Turegano, MD., seorang ahli dari dermatologi bersertifikat asal Los Angeles. Lapisan untuk pelindung kulit atau skin barrier sendiri yang memiliki banyak pori-pori adalah penyebab dasar kenapa beberapa kondisi kulit meradang seperti halnya merawat, eksim, dan juga munculnya reaksi alergi seperti gatal-gatal.

Skin barrier berfungsi sebagai salah satu dari dinding pelindung kulit dari iritasi, dehidrasi, cuaca yang dingin atau juga panas dari sinar matahari juga dari paparan bahan kimia, bakteri serta virus jelas Dr. Hadley King, MD., salah seorang ahli dermatologi New York. Memiliki sebuah lapisan pelindung kulit yang umumnya sehat sangat penting agar nantinya kulit dapat berfungsi secara normal. Menjaga agar nantinya lapisan pelindung kulit tetap sehat juga salah satu dampak baik terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Leslie Baumann, salah seorang ahli dermatologi bersertifikat, menggambarkan bahwa hubungan antara disfungsi kulit dan juga berbagai kondisi kesehatan yang disebabkan oleh beberapa peradangan kronis. Dalam studi tersebut, para peneliti juga menyebutkan bahwa penggunaan pelembab khusus untuk skin barrier dengan berkurangnya sitokin pro-inflamasi yang ada di dalam darah, juga pentingnya sebagai peran perlindungan kulit dalam sebuah kesehatan kulit secara keseluruhan.

Yaitu, apabila lapisan pada pelindung kulit sendiri tidak berfungsi dengan baik, maka nantinya akan menyebabkan peradangan dan juga iritasi yang memicu banyak masalah kesehatan internal lain. Berikut ini adalah bahan skincare yang terbukti dapat membantu memperbaiki kinerja lapisan pelindung kulit agar tetap optimal.

Ceramides & Phytoceramides

Kebanyakan para dokter kulit nantinya akan menyarankan pasien yang bermasalah dengan skin barrier untuk dapat menggunakan produk yang mengandung bahan dasar ceramide phytoceramides. Ceramides sendiri kandungan yang dianggap sebagai komponen paling penting untuk dapat mempertahankan fungsi lapisan pelindung kulit. Karena zat ceramide sendiri adalah salah satu blok yang digunakan untuk membangun sel-sel kulit.

Ceramide sendiri juga dapat dianalogikan sebagai sebuah “bata” dimana hal tersebut untuk membangkanya fungsinya bagi kulit. Apabila sel kulit nantinya kekurangan ceramide maka sega macam bakteri dan sejenisnya dapat masuk dan bisa dengan mudah menembus lapisan pelindung kulit. Hal inilah yang menyebabkan berbagai masalah seperti halnya iritasi, jerawat dan lain sebagainya.

Ceramides adalah sebuah molekul lemak yang membentuk pelindung lapisan kulit secara alami untuk membantu menjaga sebuah kelembaban kulit. Secara khusus, ceramide sendiri berfungsi sebagai zat seperti lem yang membantu menjaga sel-sel dalam kulit agar tetap rapat dan juga agar tidak mudah dimasuki benda asing dari luar. Penelitian yang juga menunjukkan bahwa ketika kandungan ini dioleskan, phytoceramides sendiri secara dramatis akan membantu meningkatkan perbaikan dari stratum korneum atau (lapisan kulit atas) yang sedang rusak.

Asam Lemak

Mengonsumsi sebuah lemak sehat dengan jumlah yang juga cukup hal ini sangat diperlukan juga bagi kesehatan kulit. Lemak sehat sendiri dapat diperoleh dari beberapa makanan. Salmon sendiri adalah salah satu ikan yang berlemak yang paling populer direkomendasikan oleh banyak dokter kulit. Dalam bentuk minyak ikan ataupun kapsul minyak ikan. Diketahui juga bahwa kacang-kacangan terutama jenis almond dan juga kenari adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang sangat bermanfaat untuk sebuah kesehatan kulit.

Squalane

Squalane sendiri secara alami dapat ditemukan di dalam sebum kulit Anda. Sebelumnya, squalene biasanya didapat seperti dari hati ikan hiu, lalu nantinya hal tersebut bisa diolah menjadi suatu bahan perawatan kulit. Squalane yang juga bisa didapat dari hati ikan hiu cukup kontroversial.

Sehingga dalam sebuah perkembangannya beberapa tahun terakhir, dibuatlah squalene yang juga berasal dari tanaman. Penelitian juga menunjukkan bahwa ada beberapa keuntungan tersendiri terhadap penggunaan squalene bagi kulit, yaitu sebagai salah satu emolien dan juga antioksidan juga untuk menghidrasi kulit.

Humektan

Humektan sendiri adalah bahan yang dapat menarik dan juga menahan air, seperti halnya gliserin dan juga hyaluronic acid. Humektan sendiri tidak didapat serta merts untuk menyembuhkan lapisan pelindung kulit yang rusak. Namun, humektan sendiri memiliki tugas penting untuk dapat menjaga kulit agar kulit terasa lembab dan juga memperbaiki fungsi dari lapisan pelindung kulit. Bahan-bahan yang terkandung dari humektan sendiri dapat melembabkan dan menahan air pada kulit. Secara topikal, gunakan humektan sendiri terlebih dahulu dan diikuti dengan menggunakan produk atau krim atau minyak.

Oatmeal Koloid

Ekstrak dari oatmeal atau koloid juga terbukti dapat membentuk sebuah segel pelindung pada kulit. Oatmeal sendiri adalah perawatan kulit alami klasik bagi mereka-mereka yang mempunyai kulit sensitif. Penelitian juga telah menunjukkan berulang kali bahwa ekstrak dari oatmeal dapat menenangkan kulit yang sedang meradang melalui sifat anti-inflamasinya.

Banyak juga sifat klinis dari oatmeal koloid yang berasal dari polimorfisme kimianya. Konsentrasinya yang juga tinggi menghasilkan sebuah fungsi dan pelindung pada penahan air. Oatmeal sendiri juga berkontribusi besar sebagai salah satu zat yang dipakai untuk antioksidan.

Probiotik

Microbiome yang seimbang pada kulit adalah salah satu pertahanan terbaik yang dimiliki kulit. Mikro organisme ini sendiri layak sebagai salah satu sistem kekebalan bagi kulit. Pertama ia sendiri bisa sebagai salah satu penjaga bakteri di usus yang sehat. Koneksi dari usus-kulit telah dipelajari secara luas oleh para peneliti menunjukan bahwa adanya hubungan langsung dimana antara bakteri usus dan juga kulit. Jadi jika kesehatan dalam usus anda buruk maka akan besar kemungkinan juga masalah yang serupa terjadi kepada kulit. Probiotik sendiri dapat membantu untuk menjaga dan juga mengelola bakteri sehat yang ada di dalam tubuh.

Menurut Dr.Turegano sendiri mikroba eksternal adalah salah satu pemicu dermatitis atopik dan juga kondisi peradangan lainnya. Sehingga dengan adanya bakteri sehat di kulit patogen jahat juga cenderung akan susah menyerang. Suplemen probiotik mengalami lonjakan popularitas demikian juga untuk sebuah perawatan kulit. Produk yang mendukung dimana mikroba kulit yang sehat juga dapat bermanfaat untuk melindungi lapisan kulit. Probiotik sendiri dapat ditemukan dalam produk perawatan kulit nin bisa juga didapat dari makanan fermentasi seperti halnya Yogurts.

Itulah beberapa hal yang dapat di perhatikan untuk menjaga Skin Barrier agar tetap terlindungi. Mengingat penting sekali kesehatan skin Barrier untuk kulit, karna Skin Barrier sendiri sebagai lapisan kulit agar kulit terhindar dari polusi, iritasi, bakteri dan lainya. Menjangan Skin Barrier sama artinya menjaga kesehatan kulit.