Kalian Harus Hindari Produk Kecantikan yang Merusak Lingkungan

Isu lingkungan dan sampah merupakan suatu hal yang berkaitan dan sulit untuk dilepaskan. Beragam produk kecantikan seperti cat kuku, cat rambut, hingga masker muka ternyata juga merupakan penyumbang sampah terbesar bagi bumi kita. Itu sebabnya mengapa banyak produk kecantikan yang familiar kita gunakan juga dapat berdampak buruk bagi lingkungan sekitar kita. Memiliki kecantikan yang sempurna memang membutuhkan usaha. kalian perlu menerapkan gaya hidup sehat, membeli produk perawatan, ataupun mendatangi klinik kecantikan untuk menjaga penampilan.

Namun tahukah kalian, dari sekian banyak rutinitas yang dilakukan ternyata ada beberapa di antaranya yang bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Kerusakan lingkungan ini bisa saja timbul dari kebiasaan kalian mandi ataupun penggunaan produk dan peralatan yang digunakan untuk menjaga diri tetap cantik. Sudah menjadi kewajiban jika kita harus menjaga bumi kita tercinta ini agar kelestariannya tetap terjaga dan tidak lagi menyumbang sampah di lingkungan. Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita juga mengetahui apa saja produk-produk kecantikan yang dapat menjadi penyumbang sampah terbesar bagi bumi kita ini.

Masker yang Lembaran

Produk kecantikan yang dapat merusak lingkungan yang pertama adalah masker lembar. Siapa pun yang pernah mencoba masker lembar sebelumnya pasti tahu betapa menenangkan dan merilekskannya produk ini.

Namun ternyata produk kecantikan ini juga berdampak negatif. Baik kemasan maupun sheet mask itu sendiri, setelah digunakan, berakhir di tempat pembuangan sampah, yang merupakan masalah besar bagi lingkungan kita. Alternatif untuk masker lembar adalah masker wajah buatan sendiri dibuat sesuai kebutuhan kalian.

Tisu Makeup

Produk kecantikan yang dapat merusak lingkungan yang berikutnya adalah tisu makeup. Setelah hari yang panjang, tisu pembersih riasan akan berguna. Tapi kenyataannya, sama seperti sheet mask, tisu penghapus riasan menjadi masalah bagi lingkungan dan akhirnya sampai terhanyut di pantai. Sebagai alternatif situs mpo slot dari tisu makeup, krim dan minyak pembersih adalah pilihan yang sangat baik untuk kalian gunakan.

Shower Puff

Busa untuk mandi atau shower puff juga merupakan salah satu produk kecantikan yang dapat merusak lingkungan. Pouf mandi sangat bagus untuk menciptakan pengalaman mandi eksfoliasi yang kita semua sukai. 

Sayangnya, pouf yang terbuat dari plastik berakhir di tempat sampah dan dapat menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Mengetahui hal ini, kita tidak harus menghilangkan pouf mandi sama sekali, melainkan kita bisa menggantinya dengan loofah yang merupakan alternatif yang aman, alami, dan sangat ekonomis.

Cotton Bud

Produk kecantikan yang dapat merusak lingkungan berikutnya adalah cotton bud. Seperti masker lembar dan tisu pembersih riasan, cotton bud juga akan langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah. Tidak hanya itu, menanam kapas membutuhkan penggunaan pestisida, menyebabkan dampak lingkungan yang sangat signifikan.

Cat Kuku

Cat kuku dianggap  sebagai barang berbahaya rumah tangga karena dapat menimbulkan masalah di tempat pembuangan sampah dan dianggap beracun dan mudah terbakar. Tidak hanya itu, botol cat kuku sulit untuk didaur ulang, yang berkontribusi terhadap ancamannya terhadap alam.

Pewarna Rambut

Amonia, yang biasanya ada dalam pewarna rambut, mungkin berbahaya bagi kehidupan akuatik, bahkan dalam konsentrasi rendah. Tetapi ini tidak berarti kalian harus berhenti mewarnai rambut kalian. Masih ada pilihan lain seperti pewarna henna dan pewarna rambut bebas amonia.

Pisau Cukur yang Sekali Pakai

Apakah kalian menggunakan alat cukur sebagai salah satu bagian dari rutinitas kecantikan? Pisau cukur sekali pakai hanya bisa digunakan satu hingga tiga minggu dan harus segera dibuang.

Itu artinya dalam satu bulan kalian perlu menggunakan minimal 2 pisau cukur dan kemudian berakhir di tempat sampah. Dalam laporan Statistic, terdapat 163 juta penduduk Amerika Serikat yang mengaku menggunakan pisau cukur sekali pakai. Barang tersebut merupakan salah satu benda yang nantinya akan menjadi limbah tak terurai yang bisa merusak lingkungan sekitar sehingga perlu dibatasi pemakaiannya atau beralih ke cara lain yang lebih ramah lingkungan.

Riasan yang Diuji Pada Hewan

Tahukah kalian, sudah ada terdapat beberapa brand makeup yang menguji produknya ke hewan. Pengujian ini ditujukan untuk melihat efek samping yang terjadi bila bahan-bahan tertentu diaplikasikan pada kulit.

Menurut Humane Society, tes tersebut sebetulnya tidak diperlukan karena ada beberapa brand kecantikan yang sebetulnya sudah mengklaim bebas uji coba hewan. Sebagian besar hewan yang menjadi bahan percobaan biasanya berakhir terbunuh setelah tahap pengujian, salah satunya akibat sesak napas.

Pengujian pada microbeads exfoliator

Microbeads exfoliator merupakan kumpulan potongan plastik kecil yang biasanya terdapat dalam produk skincare, seperti scrub, eksfoliator, dan lainnya. Bahan tersebut mungkin terasa enak di kulit kalian, tetapi nyatanya berdampak buruk pada satwa liar.

National and Atmospheric Administration menjelaskan bahwa manik-manik yang terbuat dari plastik ini terlalu kecil untuk melewati penyaringan di pusat pengolahan air limbah. Itu artinya bahan ini akan berakhir di danau atau lautan tempat makhluk hidup tinggal dan mencari makan. Ukuran plastik yang terlalu kecil ini bisa secara tidak sadar dihirup atau dikonsumsi oleh hewan di laut.

Sabun Cair Memiliki Jejak Karbon yang Tinggi

Sejak ada sabun cair, orang mulai beralih dari sabun batangan karena lebih praktis digunakan. Sabun cair ini mulanya dikenalkan oleh William Sheppard pada 1865 dan menjadi populer di akhir tahun 1980-an. Namun nyatanya, produk sabun cair punya dampak yang lebih buruk dibanding sabun batang. Menurut Annette Koehler dan Caroline Wildboyz, peneliti dari Swiss Federal Institute, sabun cair memiliki jejak karbon yang lebih besar sebanyak 25 persen daripada sabun batang.

Hal tersebut dikarenakan proses pengemasannya yang lebih kompleks dan membutuhkan energi lebih banyak, serta pemakaian sehari-hari yang bisa saja tidak terkontrol jumlahnya. Jejak karbon yang dihasilkan ini bisa berdampak negatif bagi bumi dan beberapa dampaknya, antara lain kekeringan, sumber air bersih berkurang, serta kerusakan lingkungan lainnya.  

Berendam yang Terlalu Lama

Untuk kalian yang hobi berendam di bathtub mungkin sudah saatnya mempertimbangkan kebiasaan tersebut. Hal ini memang bisa dijadikan salah satu cara bersantai setelah melewati rangkaian aktivitas yang menguras tenaga, tetapi sayangnya hanya berakibat pada pemborosan air saja. Semakin lama kalian mandi, semakin banyak pula air yang dibuang. Banyaknya air tawar yang kalian pakai bisa menjadi masalah besar bagi spesies di seluruh dunia karena jumlah air menjadi berkurang dan bisa menyebabkan kematian.

Nah Ladies, untuk menghindari sebuah dampak dari lingkungan akibat rutinitas kecantikan yang sering kalian lakukan, sebaiknya kalian bisa mulai beralih ke produk yang eco-friendly ataupun mengubah kebiasaan yang boros menjadi lebih hemat lagi hal ini dilakukan untuk menjaga bumi kalian ini agar tidak semakin rusak lagi, dari hal-hal yang seperti inilah dapat membantu untuk kesehatan bumi ini.